Penelitian dan Pengembangan

Valuasi Ekonomi Mangrove di Batu Ampar, Pontianak

Perhitungan nilai ekonomi sumberdaya mangrove adalah suatu upaya melihat manfaat dan biaya dari sumberdaya dalam bentuk moneter yang mempertimbangkan lingkungan. Valuasi ekonomi sumberdaya alam tersebut bertujuan untuk menemukan alokasi kebijakan pengelolaan sumberdaya mangrove yang efisien dan berkelanjutan. Nilai ekonomi total merupakan instrumen yang dianggap tepat untuk menghitung keuntungan dan kerugian bagi kesejahteraan rumah tangga sebagai akibat dari pengalokasian sumberdaya alam. Penilaian sumberdaya mangrove secara total dilakukan melalui penilaian semua fungsi dan manfaat hutan baik yang marketable mapun non marketable, yang merupakan upaya peningkatan informasi yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengelolaan sumberdaya mangrove yang lestari.

Valuasi Ekonomi Mangrove di Kabupaten Bengkalis

Perhitungan nilai ekonomi sumberdaya mangrove adalah suatu upaya melihat manfaat dan biaya dari sumberdaya dalam bentuk moneter yang mempertimbangkan lingkungan. Valuasi ekonomi sumberdaya alam tersebut bertujuan untuk menemukan alokasi kebijakan pengelolaan sumberdaya mangrove yang efisien dan berkelanjutan. Nilai ekonomi total merupakan instrumen yang dianggap tepat untuk menghitung keuntungan dan kerugian bagi kesejahteraan rumah tangga sebagai akibat dari pengalokasian sumberdaya alam. Penilaian sumberdaya mangrove secara total dilakukan melalui penilaian semua fungsi dan manfaat hutan baik yang marketable mapun non marketable, yang merupakan upaya peningkatan informasi yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengelolaan sumberdaya mangrove yang lestari.

Potensi Biomassa Mangrove di Batu Ampar, Pontianak

Data biomassa hutan mangrove dari segi ekologis penting untuk mempelajari aspek fungsional ekosistem hutan seperti produksi primer hutan, siklus hara dan aliran energi. Sedangkan dari segi manajemen hutan secara praktis, biomassa sangat penting dalam tahap perencanaan pengusahaan hutan, karena keseluruhan kegiatan operasional pengelolaan hutan sangat dipengaruhi oleh besarnya biomassa atau potensi hutan. Di samping itu, biomassa hutan juga merupakan data dasar penting untuk membuat atlas penyebaran potensi hutan dan penentuan prioritas pengelolaan hutan.  Biomassa tersusun terutama oleh senyawa karbohidrat yang terdiri atas unsur Karbon, Hidrogen dan Oksigen yang semuanya dihasilkan dari proses fotosintesis tumbuhan.

Hasil Keanekaragaman Hayati

Dalam setiap kegiatan, LPP Mangrove selalu mengedepankan opini atau pendapat berdasarkan kajian ilmiah termasuk keanekaragaman hayati.  Ada beberapa contoh kajian keanekaragaman hayati yang dilakukan oleh LPP Mangrove antara lain : kajian flora fauna pada tahun 1997/1998 di Cilacap, 1999/2000 di Suaka Margasatwa Muara Angke, 2004 di Bengkalis, dalam rangka penyusunan Rencana Pengelolaan Mangrove, dan Survey Flora dan Fauna di Batu Ampar, Kalimantan Barat tahun 2007 (sudah dipublikasikan).

Syndicate content