Konsep-Konsep Pembangunan

Konsep konservasi

Perlindungan terhadap sistem penyangga kehidupan dengan menjamin terpeliharanya sumber genetik dan ekosistemnya bagi kepentingan umat manusia.

Pengawetan keanekaragaman sumber plasma nutfah dengan menjamin terpeliharanmya sumber genetik dan ekosistemnya bagi kepentingan umat manusia.

Pelestarian pemanfaatan baik jenis maupun ekosistemnya dengan mengatur dan mengendalikan cara-cara pemanfaatan yang lebih bijaksana, sehingga diperoleh manfaat yang optimal dan berkesinambungan.

Konsep Pembangunan Masyarakat Pesisir

Peran LPP Mangrove tidak hanya meningkatkan dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan sumberdaya manusia yang berkaitan dengan potensi regional baik aspek fisik maupun spritualnya seperti pengetahuan, ketrampilan, solidaritas dan gotong royong, motivasi untuk meningkatkan taraf hidup serta orientasi ekonomi.

Masyarakat pesisir mempunyai latar belakang yang beragam yang mungkin tidak sesuai dan dapat menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan program pembangunan.  Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian intensif yang terfokus pada karakteristik khas yang sesuai dengan situasi dan kondisi pada setiap daerah kegiatan, sehingga dapat ditemukan terobosan-terobosan dalam upaya mempercepat pembangunan daerah pesisir.

Mayoritas penduduk kawaan pesisir hidup sebagai nelayan, petani tambak dan pengambil hasil hutan mangrove.  Untuk itu ketiga kelompok tersebut mendapat prioritas utama dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.  Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat kawasan peisisir adalah : (1) status kepemilikan terhadap lahan serta prasarana dan sarana produksi perikanan dan budidaya mangrove (2) Ketersediaan sarana dan prasarana produksi perikanan dan budidaya mangrove serta perikanan budidaya dan tangkap (3) keterampilan dan teknologi tepat guna (4) kelembagaan dan manajemen pemasaran (5) infrastruktur yang memadai dan (6) suasana yang kondusif bagai prakarsa masyarakat dalam upaya pengembangan segenap potensi yang dimiliki.

Konsep kemitraan

Program yang dikembangkan melibatkan semua pihak yang berkepentingan dengan kelestarian fungsi hutan mangrove dalam bentuk kemitraan yang adil dan sejajar.  Masyarakat yang menduduki kawasan Segara Anakan perlu ditingkatkan peran sertanya, agar dapat menjadi subyek pembangunan dan pelestarian mangrove dan bukan menjadi obyek pembangunan hutan mangrove.

Profil lainnya :